Senin, 15 September 2014

Pelangi Senja

Senja itu langit sedang menurunkan hujannya, deras sekali. Aku hanya duduk terdiam sendiri menikmatinya. Namun, tiba-tiba langit menjadi cerah. Lalu, tiba-tiba kamu datang kepadaku bersama pelangi yang indah selepas langit menjadi cerah. Sejak saat itu, hari-hariku selalu berwarna dihiasi akan kehadiran dirimu dalam hidupku. Langit pun tidak pernah lagi menurunkan hujannya. Sampai-sampai aku terlena, aku tidak ingat lagi bagaimana rasanya menikmati hujan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar